Komisi IX Pantau Kesiapan Pelayanan Kesehatan Jemaah Haji

JAKARTA – Komisi IX DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin dan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek. Hal itu dilakukan untuk memantau persiapan pelayanan kesehatan ibadah haji tahun 2017.

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf menyampaikan, pelayanan kesehatan merupakan sektor yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Pasalnya, mayoritas jemaah haji Indonesia tahun ini rentan mengalami masalah kesehatan saat menunaikan rukun Islam kelima itu.

“Berdasarkan paparan Menag, 65 persen calon jemaah haji memiliki resiko tinggi, ada yang sudah tua, penyakit diabetes dan sebagainya. Oleh karena itu pelayanan kesehatan merupakan hal yang sangat penting,” kata Dede ditemui di Gedung Nusantara I Kompleks Parlemen, Kalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin 5 Juni 2017.

Politikus Demokrat itu menyampaikan, salah satu hal tekhnis yang menjadi fokus Komisi IX yaitu masalah jumlah tenaga kesehatan jemaah haji yang dianggap masih kurang. Pihaknya, kata Dede, meminta agar Kemenag menambah kuota tenaga tekhnis kesehatan agar bisa memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah selama menjalankan ibadah haji.

Namun, permintaan itu belum disetujui oleh pemerintab. Pasalnya, saat ini kuota petugas haji juga sudah cukup banyak dan juga sangat dibutuhkan untuk mendampingi jemaah selama di tanah suci.

Untuk mengatasi hal itu, Dede pun meminta agar petugas haji juga ikut turut membantu petugas kesehatan melayani jemaah. Sehingga, keterbatasan petugas medis tidak menjadi kendala memberikan pelayanan kesehatan.

“Nah, tadi kita minta koordinasi dengan pihak Kemenag agar petugas mereka yang cukup banyak bisa membantu di klinik,” ungkap dia.

Selain itu, Dede mengapresiasi kinerja Kemenkes dan Kemenag RI dalam melayani jemaah haji, khususnya dibidang kesehatan. Sudah banyak perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah kepada jemaah haji.

“Sudah bagus, vaksinasi dilakukan oleh kemenkes, tadi juga disampaikan di embarkasi juga ada perbaikan cukup baik, rumah sakit yang tadinya sedeharana sekarang sudah disiapkan gedung 19 lantai dengan tempat lebih, itu juga menguntungkan bagi kita,” katanya. (Metrotvnews.com)

Luki Luk