Pemuda Produktif Penentu Masa Depan RI Di Dunia


BANDUNG – Salah satu pemateri dalam pengajian bertema kebangsaan ini, anggota DPR, Dede Yusuf mengatakan, tantangan bangsa Indonesia di era menuju 2045 harus menjadi perhatian kaum muda Indonesia. Ia yakin Indonesia akan menjadi negara terkuat keempat di dunia.

“Kenapa terkuat?” ujar Dede Yusuf di hadapan para pimpinan Pemuda Muhammadiyah se-Jawa Barat.

“Karena, Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2045,” lanjutnya.

Artinya, Dede menjelaskan, jumlah penduduk di Indonesia dengan usia produktif lebih besar dari yang tidak produktif saat itu.

“Usia produktifnya 60 persen,” katanya.

Dede juga menerangkan, dalam kurun waktu 10 tahun mendatang, Indonesia akan memiliki 80 persen penduduk usia produktif.

Saat ini, penduduk Indonesia berjumlah sekitar 250 juta jiwa. Dan diperkirakan pada 2045 penduduk Indonesia dapat mencapai sekitar 500 juta jiwa. Diprediksi, pendapatan rata-rata 10 tahun ke depan di Indonesia yakni 8 ribu dolar.

“Di sinilah, Indonesia terutama secara ekonomi semakin kuat,” tegasnya.

Namun, Dede mewanti-want, jika pemuda Indonesia lebih banyak menghabiskan waktu untuk berselisih dengan sesama, maka potensi untuk menjadi negara terkuat keempat di dunia akan sirna.

“Mari kita manfaatkan waktu,” kata Dede mengajak kepada kaum muda untuk lebih produktif berkarya.

Dalam kesempatan ini, mantan Wakil Gubernur Jabar tersebut mengharapkan kepada pemuda di Jabar untuk menjadi Generasi C. Yakni, generasi curious (selalu ingin tahu), communicate (pandai berkomunikasi), creative (kreatif), dan connecting (selalu terhubung dengan internet).

“Kalau kita mau jadi pemuda yang kompetitif yaitu dengan menjadi generasi C,” katanya menegaskan.

Ihwal peluang Indonesia untuk menjadi bangsa yang terkuat, Dede juga mengharapkan, aktivis Pemuda Muhammadiyah dapat andil dalam berkontribusi. Salah satunya dengan melahirkan tokoh nasional ataupun daerah.

Karena, menurut Dede, paradigma seorang tokoh adalah pengorbanan. Dan seorang tokoh dapat membawa perubahan yang besar.

Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Jabar, Iu Rusliana mengatakan, jika Indonesia ingin maju, maka ada tiga aspek dasar pembangunan yang harus diprioristaskan. Yaitu, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Iu memberitahukan, di Jabar khususnya, angka anak tidak sekolah ternyata sangat tinggi. Bahkan, diketahui, kata dia, angka anak tidak sekolah di Jabar ternyata paling banyak di Indonesia. “Satu tantangan bersama,” ujar Iu dalam acara resepsi milad ini.

Pemuda Muhammadiyah Jabar, terang Iu, menginginkan Pemprov Jawa Barat benar-benar serius memenuhi pembangunan dasar itu.

“Di Jawa Barat kita punya tanggung jawab,” katanya.

Dan menjelang Pilkada serentak 2017, ia mendorong agar setiap pemimpin fokus juga dalam membangun akses pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang lebih baik.
“Agar masyarakat sejahtera,” tegasnya sebagaimana rilis dari Ridlo Abdillah.

Dan, Iu pun mendorong, semua kaum muda agar lebih produktif dalam memajukan Indonesia, salah satunya, membangun Jawa Barat dengan karyanya masing-masing. Seperti dalam tema resepsi Milad ke 85 Pemuda Muhammadiyah ini, setiap kader dengan organisasinya harus semakin mandiri disegani, dan berkemajuan. (RMOL.Co)

Luki Luk