Dede Yusuf : Kerja Ke Luar Negeri Harus Punya Skill

IMG-20170402-WA0002

BANDUNG – Dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang prosedur dan mekanisme Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi, ST., M.Si melakukan Sosialisasi Peluang Kerja di Luar Negeri dan Migrasi Aman bekerjasama dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenagakerja Indonesia (BP3TKI) Bandung.

Sosialisasi ini mengundang para purna TKI dan Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, Sabtu (1/4).

IMG-20170401-WA0012

 

Dede Yusuf mengaku sering mendapatkan keluhan masyarakat yang meminta moratorium penempatan TKI ke Negara – Negara di Timur Tengah segera dibuka.

Dalam kesempatan ini saya ingin meminta masukan dari masyarakat secara langsung baik itu purna TKI atau para calon TKI tentang pengalaman dan harapan kedepannya untuk pengiriman TKI kita ke luar negeri, ujarnya.

Saat ini Komisi IX DPR RI sedang menggodok Undang-undang Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri yang di dalamnya akan diatur bagaimana proses dari mulai perekrutan, pelatihan, penempatan sampai dengan kembali ke Indonesia.

IMG-20170402-WA0001

Selama ini permasalahan TKI 80 persennya ada di dalam negeri, seperti tidak ada pertanggungjawaban dari pihak swasta, tidak memiliki paspor, visa, tidak diberikan pelatihan.

Pembenahan Undang-undang pada persoalan TKI ini kedepannya pemerintah yang akan berperan aktif bukan lagi pihak swasta. Mulai dari pelatihan, perlindungan, komposisi, permintaan dari pihak luar. Sehingga TKI kita benar – benar telah terlatih, memiliki kompetensi sesuai dengan pekerjaan yang dibutuhkan di luar negeri.

Karena selama ini TKI yang bermasalah itu akibat tidak memiliki kompetensi atau skill dan penempatan yang tidak baik ya hasilnya banyak yang mengalami kekerasan fisik, tidak digaji, bahkan malah jadi bekerja serabutan karena dokumen nya tidak lengkap, jadi jika ingin bekerja di luar negeri harus memiliki kompetensi atau skill baik bahasa, maupun keterampilan pekerjaan sesuai bidangnya, ujar Dede. (rpr)

 

Luki Luk